Thunderstorm

When I am scared of the thunderstorm as if it is shattering the sky, I feel like God is mad, or my Greek mythology ass thinks that Zeus is having arguments with Poseidon or Hades. I hid in my blanket and covered my ears. The sounds streamed to my soul. I thought the sky might crack or the houses would be destroyed. I whispered, “God, are you mad at us? Forgive us, human beings, forgive me,” as if He would hear me and stop the thunderstorm. I don't want to face the apocalypse, not now, I think. Somewhere between the roaring sky and my trembling chest, it occurred to me that perhaps the storm was never just in the clouds. Imagine how God will destroy the earth in an apocalypse, imagine when He says “enough” to all of us, it is more than just a thunderstorm. Definitely, no one is ever as patient and merciful as God. Yet it makes me think that patience and all the feelings we feel can break out at any time. Perhaps, because we are human, and patience has limits for us. It could appear ...

Seberapa buruk sih nunda-nunda itu? Yuk, simak apa yang disampaikan Tim Urban dalam Ted Talks "Inside The Mind of a Master Procrastinator."

Pada awal tahun 2016, Tim Urban menjadi pembicara pada Konferensi Ted Talks. Ia membahas tentang Procrastination atau penundaan, dan videonya yang berjudul "Inside The Mind of a Master Procrastinator" itu udah ditonton 54 juta kali di Youtube hingga saat ini. 

Ted Talks dan Tedx Talks merupakan ajang pertunjukan bagi para pembicara yang menyajikan ide-ide hebat dan matang dalam waktu kurang dari 18 menit. (Source :https://www.ted.com/participate/organize-a-local-tedx-event/tedx-organizer-guide/speakers-program/what-is-a-tedx-talk). Kenapa kurang 18 menit? Ted bilang karena penonton biasanya cuman punya perhatian untuk waktu yang pendek jadi waktu kurang dari 18 menit itu efektif buat nyampein ide-ide briliant tersebut. Nah, perbedaan antara Ted Talks dan Tedx Talks cuman pada ruang lingkup audiensinya aja. Ted Talks mencakup ruang lingkup global sementara Tedx Talks mencakup ruang lingkup di suatu wilayah atau lokasi yang diatur oleh komunitas atau organisasi lokal di wilayah tersebut. Namun, pada dasarnya konsep konferensinya sama aja.

Lanjut soal Tim Urban, bang Tim ceritain mulai dari jaman dia kuliah. Dia ngambil jurusan pemerintahan, dan di jurusan itu dia harus nulis banyak makalah. Namun, karena suka nunda-nunda dia ngerjain makalahnya kadang dekat dengan waktu deadline. Nah, pada saat proses dia membuat Skripsi 90 halaman, awalnya dia berencana bakal ngerjain Skripsinya sedikit demi sedikit dalam waktu yang diberikan selama setahun. Namun, bulan demi bulan berlalu, dua minggu sebelum deadline udah jadi seminggu aja. Lalu seminggu udah jadi 3 hari aja tanpa dia sadari, dan dia belum nulis apapun untuk skripsinya.

Source : https://www.ted.com/talks/tim_urban_inside_the_mind_of_a_master_procrastinator

Tim Urban buat contoh perbedaan gambar dalam kepala seorang penunda seperti dia, dengan kepala orang yang ga suka nunda dan berpikir rasional. Isi kepala orang yang ga suka nunda seperti ini...

Source: https://www.ted.com/talks/tim_urban_inside_the_mind_of_a_master_procrastinator

Dan.. Isi Kepala orang yang suka nunda kayak gini....

Source: https://www.ted.com/talks/tim_urban_inside_the_mind_of_a_master_procrastinator

Jadi, Instant Gratification Monkey atau Monyet Kepuasan Instan sukanya seneng-seneng doang. Nah dia tuh bisa ngehasut Rational Decision-Maker atau Pembuat Keputusan Rasional yang lagi pegang kendali untuk nurutin apa yang dia mau. Sampe akhirnya si pembuat keputusan rasional udah ga pegang kendali lagi, digantiin dengan si monyet kepuasan instan.



Source: https://www.ted.com/talks/tim_urban_inside_the_mind_of_a_master_procrastinator

Masalahnya, monyet kepuasan instan ini bukan yang seharusnya megang kendali di otak kita. Tim Urban ngejelasin Kalau monyet ini cuman ngerti sesuatu yang mudah dan menyenangkan. Sementara si Monyet juga ga tau dan ga punya memori tentang apa yang terjadi di masa lalu ataupun apa yang bakal terjadi di masa depan. Monyet kepuasan instan ini ga pandai buat nentuin pilihan, nyari solusi, atau ngerencanain sesuatu untuk jangka panjang.

Source: https://www.ted.com/talks/tim_urban_inside_the_mind_of_a_master_procrastinator

Kebayang ga sih kalau setiap hari yang kita lakuin cuman seneng-seneng aja sementara pekerjaan dan tugas yang mestinya kita kerjain ga selesai, maka waktu kita terbuang sia-sia. Kata Tim Urban terkecuali bila kita merupakan seekor hewan, kegiatan senang-senang mungkin menjadi bagian kesuksesan, tapi ga buat manusia yah.

Dan tanpa kita sadari, semakin kita terus-terusan di dalam situasi santai dan menyenangkan, semakin kita merasakan anxiety, rasa takut, dan rasa bersalah pada diri sendiri. Karena kita tau betul, kita tidak semestinya berada di situasi itu terus-menerus, tentu saja ada sesuatu yang harus dikerjakan. 

Source: https://www.ted.com/talks/tim_urban_inside_the_mind_of_a_master_procrastinator

Terus gimana biar si pembuat keputusan rasional bisa ngambil kendali kembali dan mengakhiri seneng-senengnya? Tim Urban ibaratin, kalau dalam otak kita ada yang disebut dengan The Panic Monster atau Monster Panik yang kerjanya jagain kita dan ngingetin kita sama tugas-tugas yang harus dikerjakan. Tapi, dia seringnya tidur doang, pas mendekati deadline baru deh dia bangun. Dia itu satu-satunya makhluk yang ditakuti si monyet kesenangan instan, tapi klo dia udah bangun, bisa bikin panik semuanya termasuk si pembuat keputusan rasional.



Source: https://www.ted.com/talks/tim_urban_inside_the_mind_of_a_master_procrastinator

Hahahaha lucu banget kan. Pada akhirnya si pembuat keputusan rasional kembali megang kendali. Skenario ini mungkin dialamin oleh semua orang. Setiap orang menunda sesuatu dalam hidup mereka. Walaupun itu berhasil dan pada akhirnya kita bisa selesaikan tugas, tapi semua itu menyebakan penyesalan, kecemasan, atau panik. Kita juga overwhelmed dan bisa jadi ga mentingin kesehatan seperti yang dilakukan Tim Urban waktu dia begadang tiga hari untuk selesaikan skripsinya.

Tim Urban jelasin kalau ada 2 jenis penundaan. Pertama, penundaan yang punya deadline dan kedua, penundaan yang ga punya deadline. Monster panik terlibat pada penundaan yang punya deadline, dan efeknya kita masih bisa menyelesaikan tugas dan kerjaan kita. Akan tetapi, masalah terbesar dari semua itu, kata Tim Urban, pada penundaan jenis kedua ketika apa yang kita kerjakan ga memiliki deadline. Dalam penundaan kedua itu kita ga akan selesaikan apapun kalau kita ga memulai sesuatu. Kita juga ga akan pernah maju kalo kita ga kerja keras pada apa yang kita mulai. Monster panik ga akan muncul di dalam situasi ini karena dia ga ada alasan untuk bangun hihi. Jadinya penundaan ini bakal berlangsung dalam waktu yang lama. Penundaan ini lebih bersifat pribadi seperti ketika kita ingin bangun karir sendiri, buka bisnis dan jadi wirausahawan, jadi seniman, atau jadi freelancer dan blogger. Kita juga bener-bener harus ngerti apa yang kita tunda dan memulainya dari sekarang. Jangan nanti-nanti lagi yah. And lastly, bang Tim bilang kalau kita harus waspada sama Monyet Kepuasan Instan hhihihihi😁.

Kalian bisa lihat videonya di Youtube:



Atau kalian juga bisa lihat di website resmi TED:

Tim Urban juga udah jelasin topik ini di websitenya dengan judul "Why Procrastinators Procrastinate":

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Treat People with Kindness

Thunderstorm

ARE PRAYING AND WORSHIPING MEANT TO SATISFY GOD?